Kalau aja langit bisa lebih jelas dan lebih terbuka sama apa yang dia inginkan, memang manusia mau coba memahami?
Kalau dikasih panas, ngeluh dan ingin hujan.
Kalau dikasih hujan, ngeluh dan bikin males kemana-mana.
Kalau aja semesta mau ngobrol sebentar sama manusia tentang apa yang akan terjadi, bukannya manusia cuma sibuk dengan kesibukannya masing-masing?
Kalau ada bencana, mungkin tidak sedikit yang masih acuh.
Kalau ada musibah, mungkin tidak sedikit yang menutup telinga dan tetap sombong.
Kalau daun bisa berbicara, masihkah dia bisa memberontak saat dipetik dari tangkainya?
Kalau aja daun itu kering, dia juga bisa melepaskan dirinya sendiri dari tangkai tua itu.
Kalau aja tangkai itu bisa berkata, mungkin dia juga sedih, ataupun senang karena air yang ia miliki bisa ia nikmati sendiri.
Kalau aja kehidupan bisa di edit, diberi filter, me-replay layaknya photoshop atau recorder, apa yang akan dilakukan manusia?
Kalau aja ada orang miskin, mungkin dia akan mengedit hidupnya agar ada tumpukan emas di rumahnya.
Kalau aja ada secarik kertas yang sobek, mungkin buku itu akan mengulang waktu dan menjaga lembaran kertasnya tetap utuh.
Kalau aja hati bisa selalu sinkron dengan apa yang dipikirkan, apakah manusia tetap ingin saling mengerti?
Kalau bisa semua waktu yang diinginkan bisa terulang...
Kalau bisa semua yang di dambakan bisa di dapatkan...
Kalau bisa mengubah semua yang tidak mungkin menjadi mungkin...
Kalau bisa hal yang asing menjadi terlalu sering...
Kalau bisa yang hitam menjadi kembali putih...
Kalau bisa segala penyesalan tidak ada di akhir...
Kalau bisa sepatah kata yang tidak terucap bisa diutarakan kembali...
Kalau bisa, kan?
Thursday, November 28, 2013
Saturday, April 13, 2013
Me and Satnite and....National Exams.
Happy Satnite, guys. Dan malam minggu kali ini aku milih di rumah aja. Ada yang tahu kenapa? Yaps! Namanya aja hari tenang, aku bener-bener nyari ketenangan sekarang tapi makin liat waktu ya makin gak tenang karena jarum jam jalan terus. Oh ya, belum pada ngerti ya aku hari tenang kenapa? Well, Senin 15 April 2013 adalah peristiwa besar buat aku dan mungkin buat para pelajar SMA lainnya di seluruh Indonesia karena kita bakal melakukan sebuah acara tahunan yaitu; Ujian Nasional. Acara tahunan itu terkesan menyenangkan, contohnya Idul Fitri, Idul Adha, Tahun baru, ulang tahun, paskah, natal atau yang lainnya tapi beda buat acara yang namanya Ujian Nasional ini, kebanyakkan siswa yang akan menjalaninya mungkin bisa gak bisa tidur atau malah sakit kayak yang aku alami 4hari kemarin. Kasian ya? Banget. Mungkin buat anak yang katakanlah pinter dan mereka memang haus akan ilmu, Ujian Nasional itu bakal mereka lewatin kayak ngerjain PR, tapi nggak berlaku buat aku yang males belajar dan nggak bakal belajar kalo nggak ada ulangan keesokannya, itupun kalo memang lagi mood. Kasian ya? Banget. Jadi buat ngadepin Ujian Nasional itu aku kebut dalam sekitar seminggu, kurang dari seminggu malah. Karena kalo perlu kalian ketahui, buat aku nggak ada pelajaran yang lebih kampret dari Fisika. Aku nggak ngerti juga ya kenapa Fisika bisa begitu abstrak buat aku. Rumuuuuus semua. Dan entah kenapa buat aku Fisika itu salah satu pelajaran yang paling kepo dan kurang kerjaan karena di Fisika kita dituntut untuk menghitung kecepatan buah kelapa yang jatuh dari pohon saat mencapai tanah. Dan perlu diketahui juga.....aku sebenernya nggak pengin tau akan hal itu, tapi kenapa Fisika selalu maksa aku? Aku juga gak pengin tau, gak sebegitu keponya buat ngerti berapa kali roda berputar pas berjalan sejauh 5 meter. Aku nggak bakal kelaperan kalo aku nggak tau itu. Tapi, lagi-lagi Fisika yang maksa. Yah, nasib.
Sering aku denger dan mungkin juga kalian, kebanyakkan anak IPA itu biasanya jadi bawahannya anak IPS kalo besok pas kerja. Kalo dipikir-pikir ya....iya juga sih. Di rumah sakit contohnya, dokter itu semuanya pasti lulusan IPA SMA, belum pernah denger ceritanya dokter itu SMP. Tapi terselubung demi selubung, tahukah kalian siapa pemilik dari rumah sakit tersebut? Biasanya sih anak IPS. Iya nggak? Mereka yang main saham-lah, apalah itulah. Tapi, kalo menurut aku sih gajinya teetp banyakkan yang dokter daripada pemiliknya. Iya nggak sih?
Hmmm...ngomong-ngomong soal IPA. Mungkin kalo anak lulusan IPA yang kepengin jadi ilmuwan mendingan langsung aja ke luar negeri sehabis lulus SMA, karena kayaknya kalau di Indonesia, upah ilmuwan dibanding di luar negeri jauh lebih banyak dan lebih dihargai. Tapi kalo emang punya jiwa nasionalisme dan berkewarganegaraan Indonesia tinggi, nggak peduli berapapun upahnya lebih baik tetep bekerja dan mengabdi buat negara. Betul??? Betuuul. Tumben nih Dian bisa ngomong begini.
Okelah, mungkin ini cuma cuap-cuap di malam minggu sendiri di rumah-ku ini. Orang rumah pada ke rumah sakit buat nemenin mama yang lagi opname, minta doanya ya semoga mama cepet sembuh. Dan minta doanya juga buat aku yang mau UN, semoga diberi kelancaran, kemudahan, dan hasil yang memuaskan biar nanti bisa masuk Universitas yang aku pengin. Tentunya aku juga berharap dan berdoa itu terkabul buat semua angkatan anak SMA 2013 khususnya buat anak sekolahku dan sekolah lamaku. Night, all! Xoxo♥
Sering aku denger dan mungkin juga kalian, kebanyakkan anak IPA itu biasanya jadi bawahannya anak IPS kalo besok pas kerja. Kalo dipikir-pikir ya....iya juga sih. Di rumah sakit contohnya, dokter itu semuanya pasti lulusan IPA SMA, belum pernah denger ceritanya dokter itu SMP. Tapi terselubung demi selubung, tahukah kalian siapa pemilik dari rumah sakit tersebut? Biasanya sih anak IPS. Iya nggak? Mereka yang main saham-lah, apalah itulah. Tapi, kalo menurut aku sih gajinya teetp banyakkan yang dokter daripada pemiliknya. Iya nggak sih?
Hmmm...ngomong-ngomong soal IPA. Mungkin kalo anak lulusan IPA yang kepengin jadi ilmuwan mendingan langsung aja ke luar negeri sehabis lulus SMA, karena kayaknya kalau di Indonesia, upah ilmuwan dibanding di luar negeri jauh lebih banyak dan lebih dihargai. Tapi kalo emang punya jiwa nasionalisme dan berkewarganegaraan Indonesia tinggi, nggak peduli berapapun upahnya lebih baik tetep bekerja dan mengabdi buat negara. Betul??? Betuuul. Tumben nih Dian bisa ngomong begini.
Okelah, mungkin ini cuma cuap-cuap di malam minggu sendiri di rumah-ku ini. Orang rumah pada ke rumah sakit buat nemenin mama yang lagi opname, minta doanya ya semoga mama cepet sembuh. Dan minta doanya juga buat aku yang mau UN, semoga diberi kelancaran, kemudahan, dan hasil yang memuaskan biar nanti bisa masuk Universitas yang aku pengin. Tentunya aku juga berharap dan berdoa itu terkabul buat semua angkatan anak SMA 2013 khususnya buat anak sekolahku dan sekolah lamaku. Night, all! Xoxo♥
Thursday, March 21, 2013
Late New Year
Holahooo, long time no see dan ketemu pas udah di pertengahan bulan Maret tahun 2013 ya hahahaha. Kalo nggak salah pas malam tahun baru itu aku mau posting, tapi entah mungkin aku lupa atau semacam mager buka blog. Dan.....fyi, 23 hari lagi aku Ujian Nasional SMA yang katanya paket soalnya ada 20 nih. Hm...waddaya think aja ya. Dan fyi again, aku habis ngerjain soal Matematika nih. Walaupun cuma sekitar 10 soal *krik*
Masih banyak materi UAN yang belum aku kuasain terutama Fisika dan aku nggak ngerti ngejarnya gimana. Dan aku ngerasa siswa yang paling kurang prihatin mungkin ya. Dan menurutku, ini efek atau sindrom yang dinamakan "Letih Pelajaran Sekolah". Aku suka berangkat sekolah, aku suka sekolah, aku seneng di sekolah...but not with their subjects. I just love to meet any friends there, just it. Bisa nggak sih aku skip sekolah buat les privat dirumah detik-detik mau UAN ini? Entahlah, aku cuma berharap besok pas UAN malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu berupa jawaban-jawaban UAN malam harinya ketika aku tertidur. Itu saja. Habis, aku itu tipe anak yang nggak bisa belajar sendiri. Setiap belajar, aku harus di dampingi. Aku itu tergolong anak DDR kali ya, alias Daya Dong Rendah. Kasian..
Okelah, ini cuma semacam posting penatku aja. Semoga aja aku bisa posting kelulusan UAN2013 ku disini beserta pengumuman SNMPTN-nya yaaa. Merciii♥
Masih banyak materi UAN yang belum aku kuasain terutama Fisika dan aku nggak ngerti ngejarnya gimana. Dan aku ngerasa siswa yang paling kurang prihatin mungkin ya. Dan menurutku, ini efek atau sindrom yang dinamakan "Letih Pelajaran Sekolah". Aku suka berangkat sekolah, aku suka sekolah, aku seneng di sekolah...but not with their subjects. I just love to meet any friends there, just it. Bisa nggak sih aku skip sekolah buat les privat dirumah detik-detik mau UAN ini? Entahlah, aku cuma berharap besok pas UAN malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu berupa jawaban-jawaban UAN malam harinya ketika aku tertidur. Itu saja. Habis, aku itu tipe anak yang nggak bisa belajar sendiri. Setiap belajar, aku harus di dampingi. Aku itu tergolong anak DDR kali ya, alias Daya Dong Rendah. Kasian..
Okelah, ini cuma semacam posting penatku aja. Semoga aja aku bisa posting kelulusan UAN2013 ku disini beserta pengumuman SNMPTN-nya yaaa. Merciii♥
Subscribe to:
Posts (Atom)